Di Klikrupiah.com, anda akan mendapatkan uang setiap klik iklan. Prosesnya cukup mudah anda cuma klik iklan dan lihat beberapa detik kemudian uang masuk kesaldo anda. Anda tidak membutuhkan keahlian. Yang anda butuhkan hanya lihat iklan dan klik yang ada di website Klikrupiah.com. Anda bisa mengajak teman anda untuk bergabung dengan Klikrupiah.com dan akan mendapatkan komisi. Pembayaran bisa diminta setiap saat dan akan kami proses lewat bank BCA dan MANDIRI. Minimal pembayaran Rp 50000. Untuk bergabung, klik banner di bawah:
Klik iklan dapat rupiah
Posted by: hyunkeru | October 21, 2008 | No Comment |Pasangan yang mesti dihindari
Posted by: hyunkeru | September 15, 2008 | No Comment |
“Pasangan yang Mesti Dihindari”
oleh Pdt. Dr. Paul Gunadi
Tuhan meminta kita untuk menikah dengan yang seiman. Namun untuk mendapatkan pasangan hidup yang sepadan diperlukan hikmat untuk menimbang dan memutuskan dengan tepat.
Emosi cinta adalah emosi yang kuat dan kerap mewarnai proses pertimbangan. Itu sebabnya ada pepatah yang berkata bahwa cinta itu buta, dalam pengertian oleh karena cinta akhirnya kita membutakan mata terhadap hal-hal yang buruk yang seharusnya diperhitungkan.
Berikut akan dipaparkan beberapa tipe pasangan yang mesti dihindari sampai mereka mengalami pemulihan.
I) Pasangan yang Suka Berbohong
Jika pada masa sebelum menikah ia telah kerap berbohong, besar kemungkinan ia akan melanjutkan kebiasaannya sampai pernikahan.
Ada orang yang berbohong karena takut; ada pula yang berbohong karena ingin memberi kesan yang lain tentang dirinya; namun ada pula yang berbohong karena ingin menutupi perbuatannya.
Apa pun alasannya kita mesti berhati-hati dengan orang yang dengan mudah berbohong.
Setidaknya ada empat alasan mengapa kita mesti berhati-hati agar jangan sampai berpasangan dengan tipe pembohong.
1. Orang yang mudah berbohong cenderung mengambil jalan pintas yang mudah sebab kebohongan merupakan caranya untuk menghindar dari kesulitan.
2. Orang yang berbohong acap tidak mau mempertanggungjawab kan perbuatannya; itu sebabnya berpasangan dengan tipe ini akan menyulitkan kita. Hidup menuntut tanggung jawab dan orang yang mengelak tanggung jawab adalah orang yang tidak dewasa. Besarkemungkinan ia menyalahkan orang lain agar dapat membebaskan dirinya
dari tanggung jawab.
3. Orang yang berbohong pada akhirnya kehilangan hati nurani dan sekali nurani hilang, apa pun akan dihalalkannya. Banyak orang yang berbohong melakukannya karena ingin berbuat dosa. Dengan berbohong, ia akan dapat menutupi dosa sehingga bisa terus melakukannya tanpa terhalangi.
4. Orang yang berbohong tidak dapat dipercaya lagi dan tanpa kepercayaan, pernikahan ambruk. Kita akan selalu bertanya-tanya akan apa yang sebenarnya ia lakukan atau tidak lakukan; apa pun yang dikatakan atau dilakukannya membuat kita meragukan ketulusannya.
Firman Tuhan :
“Mulut orang benar mengeluarkan hikmat tetapi lidah bercabang akan
dikerat. Bibir orang benar tahu akan hal yang menyenangkan, tetapi
mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat.” (Amsal 10:31-32)
II) Pasangan yang Pemarah dan Suka Memukul
Kebanyakan kasus pemukulan pasangan sesungguhnya berawal pada masa berpacaran namun kebanyakan kita mendiamkannya.
Sayangnya sekali terjadi pemukulan, maka lebih besar kemungkinan terjadinya pengulangan. Ada beberapa alasan yang umum dikemukakan yang membuat perilaku ini terus berlanjut.
1. Biasanya kita berdalih bahwa semua orang berdosa dan tidak ada yang sempurna, jadi, tidak beralasan bagi kita untuk memutuskan hubungan dengan orang tipe pemarah dan pemukul.
2. Kebanyakan pemukul menyesali perbuatannya dan meminta maaf. Melihat ketulusannya menyesali tindak kasarnya, hati kita pun luluh dan menerimanya kembali. Kita berkata, bukankah Tuhan pun meminta kita untuk memaafkan orang yang telah bersalah kepada kita.
3. Pada umumnya kita berharap dan terus berharap bahwa dengan berjalannya waktu maka ia akan sadar dan tidak melakukannya lagi. Sayangnya harapan ini tidak terbukti; lebih banyak pemukul yang melanjutkan kebiasaan buruknya sampai setelah menikah. Sekali pola pemukulan terpancang, sukar sekali baginya untuk mencabutnya,
apalagi mengingat bahwa kebanyakan pemukul mempunyai daya tampung stres yang tipis.
4. Pada akhirnya pemukulan menjadi alat untuk menguasai kita, dan bukan saja untuk membungkamkan kita. Hidup dengan pemukul begitu mencekam dan membuat kita ketakutan terus menerus. Anak-anak pun harus hidup dalam ketegangan akibat kekerasan yang dilihat dan dialaminya di rumah.
Firman Tuhan
“Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan tetapi orang bebal melampiaskan nafsunya dan merasa aman. Siapa lekas naik darah,berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.” (Amsal 14:16-17)
Kesimpulan :
Pernikahan dengan seorang pembohong dan pemukul adalah pernikahan yang berisiko tinggi dan berdaya merusak. Hindarilah, doronglah dia untuk menerima pertolongan dan pantaulah pemulihannya lewat rentang waktu yang panjang. Jangan cepat jatuh kasihan sebab pernikahan bukanlah sebuah rumah sakit untuk merawat orang yang bermasalah.
Sudah semestinyalah kita membereskan masalah sebelum menikah agar tidak menimpakannya pada pasangan.
III) Pasangan yang Beremosi Labil
Beremosi labil lebih dari sekadar ciri kepribadian sanguin dan melankolik; sesungguhnya kebanyakan kasus emosi labil merupakan buah dari akar kepahitan dan penderitaan di masa lalu.
Sesungguhnya kita semua lahir membawa sebuah tabung emosi yang kosong; di dalam keluarga yang sehat tabung ini akan terisi kasih sayang dan pengarahan dari orangtua.
Sekali tabung ini terisi penuh, maka pengalaman seburuk apa pun tidak akan dapat dengan mudah memecahkan isi yang padat dan penuh itu.
Jika kita tidak menerima isian yang positif melainkan negatif, tidak bisa tidak, tabung emosi kita akan terisi kepahitan dan derita. Sekali tabung terisi padat dengan kepahitan dan derita, akan sukar sekali bagi pengalaman positif untuk datang masuk dan menggantikan kepahitan.
Itu sebabnya pada akhirnya orang ini akan terus bereaksi dengan pahit dan negatif. Semua ditafsir dari kacamata buruk dan sebagai akibatnya, emosinya menjadi labil dan negatif.
Menikah dengan orang tipe ini sudah tentu akan sukar dan berikut akan dipaparkan kesukarannya.
1. Emosinya mudah terpancing: kadang naik dalam kemarahan, kadang anjlok dalam kesedihan. Pada akhirnya kita menjadi frustrasi karena tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan. Kita diam salah, bersuara pun salah.
2. Kita menjauh sedikit disangka ingin meninggalkannya dan sebagai akibatnya, ia akan makin mencengkeram dan membatasi ruang gerak kita.
3. Kita mengembangkan hobi atau pergaulan dituduh tidak lagi memberinya perhatian atau tidak lagi mencintainya.
4. Sudah tentu semua ini akan berdampak pada anak sehingga anak pun tertekan.. Belum lagi bila terjadi pertengkaran di antara kita sebab kita tidak selalu kuat menahan diri. Akhirnya rumah sarat ketegangan dan ketidakpastian- sesuatu yang buruk bagi pertumbuhan anak.
Firman Tuhan
“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota . Lebih baik sekerat roti yang kering disertai ketenteraman daripada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan. ” (Amsal 16:32; 17:1).
Orang yang beremosi labil adalah orang yang tidak dapat menguasai dirinya; hidup dengannya tidak pernah sepi perbantahan. Pada akhirnya relasi nikah retak sebab kita tidak nyaman berdekatan dengannya.
IV) Pasangan yang Hanya Mementingkan Diri Sendiri.
Pernikahan adalah tempat di mana diri harus ditanggalkan. Orang yang mementingkan dirinya adalah orang yang tidak memahami kasih dan tidak dapat mengasihi.
Berapa besarnya kasih ditentukan oleh berapa besarnya kepedulian kita pada perasaan orang yang dikasihi dan berapa relanya kita menyesuaikan diri dengannnya.
Jadi, orang yang hanya mementingkan dirinya sesungguhnya belumlah mengenal kasih dan belum dapat mengasihi dengan benar.
Berikut akan dipaparkan masalah yang rawan timbul.
1. Orang yang mementingkan dirinya hanya dapat melihat segalanya dari sudut pandangnya. Ia kaku dalam bersikap dan menuntut kita untuk memahami dan melaksanakan kehendaknya.
2. Orang yang mementingkan dirinya sukar menjalin keintiman sebab keintiman dibangun di atas penyerahan dan pengorbanan diri: ia tidak berserah dan ia tidak berkorban. Pada akhirnya kitalah yang dituntut untuk terus berserah dan berkorban baginya.
3. Orang yang mementingkan dirinya biasanya membawa segudang masalah lainnya sebab sifat ini merupakan masalah yang berasal dari keluarga asalnya.
Misalnya bila ia adalah anak favorit sehingga selalu didahulukan, itu sebabnya ia menuntut kita untuk juga mendahulukan keinginannya. Ini berarti tingkat kedewasaannya rendah dan sudah tentu ini berdampak besar dalam membina rumah tangga.
Atau ia tidak dihargai sehingga bertumbuh besar dengan keinginan untuk dihargai. Itu sebabnya ia berlomba mendapatkan keberhasilan dan hal ini membuatnya berbangga hati. Alhasil dalam kebanggaan yang keluar dari kehausan ini terbentuk keegoisan yang tidak pernah dapat terpuaskan.
4. Pada akhirnya hidup dengan tipe ini sama dengan menghamba. Kita tidak dapat menjadi diri sendiri dan tidak dapat melakukan apa yang ingin kita lakukan. Hidup berputar di sekelilingnya saja dan kita harus mengikutinya. Singkat kata, keberadaan kita hanyalah untuk mendukung dan menolongnya mengembangkan dirinya belaka.
Firman Tuhan :
“Kecongkakan mendahului kehancuran dan tinggi hati mendahului kejatuhan.” (Amsal 16:18)
Orang yang mementingkan dirinya sesungguhnya adalah orang yang congkak; ia menganggap diri dan kepentingannya berada di atas orang lain.
MENGUCAP SYUKUR
Posted by: hyunkeru | September 1, 2008 | No Comment |Ada
seorang pria buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu.
Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua
orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk
menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya
jika dia bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya.
Kekasihnya bertanya,
‘Sekarang kamu bisa melihat
dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?’
Pria itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya.
Kekasihnya
pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat
singkat kepada pria itu, ‘Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya.’
* * * * *
Kisah
di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status
dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana
keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap
siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan
di saat yang paling menyakitkan.
Hidup adalah anugerah !!!!!!
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar - Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu - Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu - Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.
Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi meninggalkan dunia.
Sebelum
engkau mengeluh tentang anak-anakmu - Ingatlah akan seseorang yang
begitu mengaharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau
menyapu lantai - Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.
Sebelum
merengek karena harus menyopir terlalu jauh - Ingatlah akan sesorang
yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.
Dan
ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu - Ingatlah akan
para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Sebelum
engkau menuding atau menyalahkan orang lain - Ingatlah bahwa tidak ada
seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan
Tuhan.
Dan
ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu - Pasanglah senyuman di
wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan
ada di dunia ini.
Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah dengan perbuatan yang baik
NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI !!!
Single doesn’t mean alone…
Posted by: hyunkeru | August 30, 2008 | No Comment |SINGLE FOREVER !!
From the sermon of Ps Jeffry Rachmat, JPCC -Jakarta.
Read this sentences carefully :
Baik atau buruknya suatu hubungan (teman, berpacaran / pranikah, atau pernikahan),
tergantung dari siapa saja yang terlibat dari hubungan itu.
OMELET TELUR BUSUK
Temen2, kalo dipikirin dan direnungin maka kalimat di atas bener banget tuhh.
Relationship kita dengan orang lain, tentu terkait erat dengan pribadi orang itu sesungguhnya.
Seorang tokoh motivasi terkenal juga pernah bilang, kita adalah rata-rata dari karakter teman-teman kita,
dengan kata lain keberadaan kita ini dipengaruhi oleh orang2 di sekeliling kita.
Contoh nyata dehh: Omelet, alias telor dadar / orak-arik.
Dia akan menjadi makanan yang enak banget (terutama buat yang laper) kalo terbuat dari telur-telur yang segar dan baik.
Tapi gw pernah bikin omelet dari 4 telur, dan ternyata waktu gw pecahin telur ke 4
dan tercampur dengan 3 yang lain, telur ke 4 itu udah busuk.
Wakzzz…, Apa temen2 ada yang mau omelet dari 3 telur bagus dan 1 telur busuk..??
Tentu ga akan ada yang mau, because the 4th egg, has made the whole things going bad.
Yup, si telur busuk tadi udah mempengaruhi/ merusak telur-telur yang baik.
Dan kabar buruknya adalah : Omelet itu ga bisa jadi telur lagi.
Ilustrasi di atas, ga jauh beda dengan relationship yang kita alami dengan teman-teman kita,
termasuk juga dalam pernikahan.
Relationship hanya bisa seindah dengan siapa kita menjalin hubungan itu.
Kalo dalam pernikahan sudah diaduk menjadi satu, dan jika baru ketahuan kalau telur yang satu busuk
dan mengalahkan telur yang baik…. owww… that’s terrible.
Now, kita lihat pada ayat dibawah ini, ayat yang mengawali tentang relationship antar manusia.
Kejadian 2 : 18 TUHAN Allah berfirman:
"Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
King James Version : And the LORD God said, It is not good that the man should be alone;
I will make him an help meet for him.
Jika manusia seorang diri / Alone : Tuhan katakan itu "Tidak Baik".
Seorang diri = alone /sendirian, bukan single. Manusia yang Alone artinya
: sendiri saja, eksklusif, terisolasi, menyendiri, tersendiri, tidak ada teman.
Ini adalah kondisi yang tidak baik.
Mengapa TIDAK BAIK jika manusia seorang diri saja ?? Here’s the reason :
1. Karena KASIH. Sifat dasar dari kasih adalah MEMBERI, to give.
God is Love, jadi supaya Tuhan bisa mengasihi maka Tuhan menciptakan manusia
agar Tuhan bisa mencurahkan kasihNya.
2. Karena untuk memperoleh keturunan, maka harus berpasangan dengan lawan jenisnya.
3. Karena talenta dan kemampuan kita dapat dikembangan sendirian saja.
Tetapi untuk mengembangkan Karakter, diperlukan orang lain! Betul khan?
You see guys? It’s not good for a man to be alone (sendiri, eksklusif,
menyendiri, tidak berteman)
But it’s good to be SINGLE !
SINGLE artinya: tunggal, whole, utuh, complete, terpisah, unik (English Dictionary), whole,
unique, undivided..
Tuhan tidak bilang : It’s not good to be single, tapi yang Dia bilang : It’s not good to be alone.
Adam = adalah pribadi yang Single, artinya complete, utuh, sempurna.
Dikatakan "Allah melihat segala yang dijadikanNya itu sungguh amat baik".
Ini berarti Adam adalah pribadi yang utuh, single, complete, and nothing wrong with Adam as his person.
Tidak pernah dikatakan bahwa Adam sibuk
mencari pasangan untuk mengisi kekosongan jiwanya. Tidak !!
Yang tercatat adalah : Adam mengusahakan dan memelihara Taman Eden, sendirian ‘bo !
Termasuk kerjaan yang mahaberat, yaitu memberi nama segala mahkluk hidup yang ada di bumi.
Begitu sibuknya dia, sampai Adam enggak sadar kalo dia perlu teman.
Tuhanlah yang bilang, bahwa "It’s not good for a man to be alone".
Adam sibuk, concern dgn pekerjaannya sehingga dia tidak merasa membutuhkan teman.
Inisiatif berpasangan, justru datangnya dari Tuhan.
Perhatiin deh, pada saat Adam setia menjalankan panggilannya, maka Tuhan kasih bonus yaitu Pasangan Hidup.
Nah, temen2 dah pada setia belom nihh?
Hehe… Ayo kita setia, maka yang terbaik pasti Tuhan sediakan buat kita.
Waktu Tuhan menciptakan Hawa, wanita diciptakan BUKAN untuk membuat Adam menjadi complete. Why?
Krn Adam sudah complete sejak sebelum dia ketemu wanita.
Tujuan penciptaan wanita, sebagai penolong bagi Adam.
The Lord said, "I’m going to make him a helper".
Ilustrasi nya gini : Untuk mengangkat meja sendirian, bisa dilakukan.
Tetapi dengan adanya penolong, maka akan membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah, right?.
Sekalipun saat itu Adam masih sendirian (alone), tetapi dia tidak merasa kesepian.
Temen2 perlu ingat bahwa alone, belum tentu kesepian / lonely.
Adam memang tidak kesepian krn ada Tuhan di situ, tetapi jelas bahwa Tuhan bilang "it’s not good for a man to be alone".
‘SINGLE’NESS
Guys, Kapan kita tahu bahwa kita siap untuk menerima pasangan?
Yaitu pada saat kita merasa tidak membutuhkan pasangan, karena disitulah kita merasa Complete.
Adam telah membuktikannya. Hawa datang bukan pada saat dia sedang sibuk sana-sini mencari pasangan.
Tuhan memberikan pasangan, justru pada saat Adam ada dalam kondisi terbaik,
saat sedang complete, utuh, single dan menikmati panggilannya.
Singleness, adalah suatu tahapan yang harus dicapai oleh setiap orang yang akan menikah.
Hanya orang yang SINGLE, utuh - complete - matang - unik - secure - aman,
hanya Single person yang siap masuk ke dalam arena pernikahan.
Sebab pernikahan seharusnya terjadi antara two single persons, antara laki-laki yang utuh dan wanita yang utuh.
Tetapi seringkali faktanya, pernikahan terjadi antara dua orang yang saling tidak utuh,
yang saling mencari keutuhan dari diri pasangannya masing-masing.
Ilustrasinya gini : Ada dua gelas berisi air yang tidak penuh, diibaratkan sebagai seorang individu.
Pada masa pra nikah, seringkali seseorang berkata "ohh…, kekasih saya adalah orang yang bisa memenuhi hidup saya"
atau "bersama dengan kekasih saya, hidup saya menjadi utuh / complete".
Faktanya adalah : setelah yang gelas yang satu mengisi gelas yang lain, apa yang terjadi?
Maka salah satu dari gelas itu akan menjadi kosong!
Temen2,
pernikahan tidak akan menjadi baik kalau ternyata kita mendapatkan
orang yang tidak single / tidak complete / tidak utuh. Perbuatan yang
salah, jika kita mencari seseorang yang bisa mengisi kekosongan dalam
hati kita.
Bahkan, beberapa diantara kita mungkin udah mulai mencari-cari orang lain yang bisa mengisi kekosongan dirinya,
sejak dari kecil…!! SMP mungkin?
Matius 22 :39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah:
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Yesus berkata, supaya kita bisa mengasihi sesama kita, baik itu pasangan kita, isteri/suami kita,
maka kita harus bisa mengasihi diri sendiri.
Tidak bisa mengasihi dirimu sendiri = tentu tidak bisa mengasihi sesamamu manusia.
Perlu dicatat bahwa mengasihi diri sendiri: bukan berarti selfish, self center, atau egois,
melainkan menjadi utuh, complete, dan Single!!
Lantas bagaimana caranya mengasihi dirimu sendiri :
1. Mengenal diri kita sendiri. Do you know who you are ? Do you know why you are in God?
Do you know why you are here? Do you know your
identity?
Yesus adalah pribadi yang mengetahui siapa diriNya, sehingga Dia bisa mengasihi orang lain.
(Yoh 14:6, 10:9, 10:11, 6:35, 8:12, 11:25) 2.
Menerima diri kita, apa adanya artinya kita memiliki gambar diri yang telah dipulihkan dalam Kristus.
Pernikahan yang tidak baik ialah dua individu yang tidak bisa mengasihi diri sendiri,
tidak mengenal dirinya sendiri, tidak bisa menerima dirinya sendiri, tetapi berusaha untuk saling mengasihi.
Lihat contohnya di Sinetron.
Beberapa relationship pra nikah atau malah
pernikahan, sebetulnya "mengosongkan" diri kita, atau "dries you up",
atau membuat kondisi kita menjadi kering, yaitu pada saat pasangan kita berusaha memenuhi kekosongan dirinya.
Jika pasangan kita sedikit-sedikit telpon kita dan bilang, "Knapa sih elo gak telp gue?",
atau sedikit-sedikit "Knapa sih elo ga perhatiin gue?", atau "Kenapa sih elo enggak seperti yang lain?"
Sesungguhnya, kalau
kita Single (complete, utuh, whole), maka kita tidak segitu butuhnya diperhatiin,
karena kita bisa mengasihi diri sendiri dan siap mengasihi orang lain.
Yesus adalah pribadi yang tahu persis siapa dirinya, apa tujuan hidupnya, dan kenapa Dia ada di muka bumi ini.
(Yohanes 8:14)
IT’S MORE IMPORTANT TO BE SINGLE
Ternyata jika ditelaah lebih jauh, lebih penting untuk menjadi Single lebih dahulu ketimbang menikah.
Adalah lebih aman untuk tidak menikah lebih dahulu, daripada menikah tapi kita belum menjadi single.
Hal yang paling berbahaya dalam pernikahan adalah orang yang tidak Single/utuh, menikah dengan orang yang tidak Single/utuh.
Itulah penyebab perceraian dan memudarnya kebahagiaan dalam pernikahan.
Ilustrasi : Masih mending kalau gelas tadi berisi 50%
: 50%. Yang lebih parah, jika yang satu dalam kondisi yang dibawah 50%.
Jika individu yang satu tidak bisa memenuhi yang lain, maka pasangannya akan mencari orang lain,
yang dianggap bisa memenuhi kekosongan dirinya dan terjadilah perselingkuhan yang berujung pada perzinahan..
Lihatlah pada realita yang ada, orang yang tidak utuh/complete/ single menikah dengan yang tidak utuh,
maka tinggal menunggu waktu saja dan dalam hitungan jari, tahun2 pernikahan mereka akan segera berakhir.
It’s more important to you to be SINGLE first, then
get married.
Kalaupun sekarang kita belum get married, yang terpenting kita menjadi SINGLE, maka dengan demikian kita tetap bersukacita.
Sebab, orang yang tidak SINGLE, tidak utuh, tidak dapat menguasai dirinya (Amsal 25:28).
Bagaimana mungkin orang yang kosong / tidak utuh akan dapat mengendalikan dirinya?
Dia hanya bisa mengendalikan sebagian dari dirinya, tidak sepenuhnya.
Tentu saja, hanya orang yang Single, yang complete / penuh / utuh, akan dapat mengendalikan hidupnya.
READ THIS :
Orang yang tidak utuh/complete, tidak dapat memberikan apa-apa untuk pasangannya
karena memang tujuan awal dia mencari pasangan adalah selfish, hanya untuk mengisi kekosongan dirinya sendiri.
Pasangan seperti ini hanya akan banyak menuntut, banyak minta diperhatiin dsb.
Dia akan mengganggu konsentrasi
hidup kita, pekerjaan, karier, bisnis dll.
This person will dries you up.
IT’S A WRONG MYTH
Mitos yang keliru ialah : Menikah adalah kunci menuju kebahagiaan, seakan belum lengkap kalau belum menikah.
Ini menyebabkan kebanyakan orang sejak muda berpikir untuk mencari seseorang, untuk mengisi kekosongan dirinya.
It’s completely wrong, guys. Why ??
Karena kekosongan hidup kita hanya bisa diisi oleh Tuhan.
Makanya Tuhan Yesus bilang, "Seek ye first the Kingdom of God ", Mat 6:33.
Tuhanlah yang seharusnya menjadi pusat, sumber dan inspirasi untuk mengisi kekosongan hati kita.
Kita semua tahu, bahwa kita tidak perlu menikah untuk menjadi complete.
Pernikahan tidak selalu menambah urapan dalam diri kita, tidak selalu akan menjadikan kita sebagai berkat bagi orang lain.
That’s
not the point of a marriage. Kepenuhan panggilan kita hanya bisa didapat di dalam Tuhan,
yaitu pada saat kita tahu siapa diri kita, kita bisa menerima diri kita sendiri, kita tahu kenapa kita ada disini,
dan kita memahami apa tujuan hidup kita.
Kunci menerima kebahagiaan yang sebenarnya adalah :
Apabila kita menjadi single/utuh/ complete, mengenali siapa kita di dalam Tuhan dan mengetahui tujuan hidup kita,
baik dalam keadaan menikah atau tidak menikah.
Ada orang-orang yang masih sendirian, belum berpasangan/ menikah, tetapi dia tidak pernah merasa kesepian
karena dia Single, utuh/complete dalam panggilannya.
Tidak dipungkiri, bisa saja sewaktu-waktu ada keinginan memiliki pasangan,
tetapi keinginan itu tidak pernah membuat dia menjadi goyah dan tetap maksimal dalam panggilannya.
SEKALI LAGI : HANYA BISA DIISI OLEH YESUS
Banyak
orang yang sendirian tapi dia belum utuh/kosong/ sepi, hidupnya banyak
diisi dengan usaha2 utk memenuhikekosongan dirinya
dan menjadi orang yang sibuk sana-sini mencari tulang rusuknya.
Cobain sana , cobain sini, lirik sana-sini, jadian sana-sini, putus sana-sini, parah deh pokoknya.
Jika dia menikah, bisa jadi dia malah akan merusak pasangannya jika pasangannya adalah orang yang Single.
Ingat ilustrasi omelet. Telur yang busuk akan merusak telur yang baik.
Nahh, jika pasangannya
tidak Single/utuh, wahh… akan lebih parah lagi.
Mereka akan saling mengeringkan, saling menuntut, saling menyakiti dan tidak dewasa,
dan akan berakibat pada ketidak-bahagiaan dan perceraian.
Guys, sekali lagi pahamilah, bahwa rasa kesepian dan tidak utuh, TIDAK BISA DIISI OLEHPASANGAN KITA,
melainkan hanya oleh Tuhan Yesus.
Justru pernikahan yang sempurna, hanya bisa dilakukan oleh dua orang Single, yaitu mereka yang telah utuh dan complete.
Mereka berdua tidak akan saling mengeringkan, tapi saling memberi pujian, saling mendukung,
saling menunjang dan tidak saling menuntut.
These two Single persons akan menghasilkan sesuatu yang baik, kekuatan yang baru, berkat bagi sekeliling, dll.
Tidak heran jika setelah pernikahan, maka baik sang pria maupun sang wanita, akan menjadi individu yang semakin berkualitas,
yang mengalami kepenuhan panggilannya di dalam Kristus.
Berbahagialah kita jika menikah dengan pribadi yang Single, pribadi yang utuh/complete,
punya kedewasaan dan panggilan dalam Kristus.
Remember :
Hubungan kita hanya sebaik dengan siapa saja yang terlibat dalam hubungan itu.
To be single should be the goal of every person.
Dan entah kita menikah atau tidak, sudah menikah atau belum….,
STAY SINGLE !!
WORKING WITH YOUR HEART
Posted by: hyunkeru | August 28, 2008 | No Comment |(PEKERJAAN BERKUALITAS LAHIR DARI HATI)
Ada
orang yang bekerja dengan kepandaian dan pengetahuannya (head), ada
pula yang mengandalkan koneksinya. Namun semua itu tidak menjamin bahwa
mereka dapat menikmati pekerjaannya, sampai mereka bekerja dengan
hatinya (heart). Selain bisa menikmati yang dikerjakan, bekerja dengan
sepenuh hati hasilnyapun akan maksimal.
Ketika
kita bekerja dengan hati, kemauan kita akan lebih kuat. Pikiran kita
akan semakin tajam, sehingga akan lebih produktif dibanding bekerja
tanpa hati. Dorongan hatilah yang menggerakkan pikiran, kemauan dan
tindakan kita. Bagaimana bekerja dengan hati ? Mulailah dengan lima
langkah berikut ini :
1. Tetapkan tujuan dalam hati.
Banyak
tujuan yang bisa kita temukan ketika bekerja, mungkin untuk mendapatkan
uang, pengalaman, posisi atau gengsi dan beberapa tujuan lainnya. Namun
dalam persaingan bisnis yang ketat dan di tengah kesulitan akibat
berbagai krisis, mereka yang bekerja digerakkan oleh tujuan-tujuan
mulia yang lahir dari hati nurani, seringkali bertahan dan meraih
sukses.
2. Temukan kepuasan dalam hati.
Kepuasan
finansial, kepuasan karir dan kepuasan-kepuasan lain yang bersifat
fisik, tidak ada habisnya sehingga seringkali membuat orang lupa diri
dan terjebak dalam penyimpangan- penyimpangan bisnis yang akhirnya
menimbulkan persoalan besar. Pencarian kepuasan batin atau hati akan
menjaga seseorang melakukan cara-cara yang benar dan aman dalam
berbisnis.
3. Bekerja dengan ketetapan hati yang teguh.
Halangan
terbesar dalam bekerja adalah kondisi mental hati kita. Kurang
antusias, kalah sebelum berperang, perasaan kurang mood dan berbagai
kondisi mental yang melemahkan lainnya akan menjadi penghalang
kesuksesan kita. Jika kita yakin terhadap motivasi hati kita yang
bersih dan yakin dengan tujuan-tujuan mulia dalam hati kita, maka
apapun halangannya akan dapat kita atasi dengan ketetapan hati yang
teguh.
4. Bangun team dengan kesehatian.
Tidak
ada orang yang bisa sukses maksimal dengan bekerja sendirian.
Bekerjasama dengan team maka kita dapat mencapai hasil lebih maksimal.
Team yang kuat, utuh solid dan kompak, hanya bisa diwujudkan melalui
kesehatian satu sama lain.
5. Bekerja dengan sepenuh hati.
Apapun
yang dikerjakan dengan sepenuh hati, keseriusan, fokus dan totalitas
akan menghasilkan kualitas prima. Kesuksesan selalu diraih oleh mereka
yang bekerja dengan segenap hatinya.






